Temukan sekolah dan universitas terbaik untuk program sarjana di sini!

Informasi rinci tentang lokasi studi yang berbeda

Klik pada link di bawah untuk membaca tentang studi hukum di berbagai negara. Kami akan menyediakan fakta-fakta umum mengenai negara-negara, dan memberitahu Anda tentang sistem pendidikan tinggi lokal, keunikan hukum lokal, biaya pendidikan, apa saja yang ada dalam tahun akademik, peluang studi hukum bagi mahasiswa internasional dan banyak lagi.

Studi Hukum di seluruh dunia

Program sarjana dan juga program pascasarjana hukum ditawarkan oleh sekolah-sekolah hukum dan oleh fakultas-fakultas hukum di universitas-universitas di seluruh dunia. Studi Hukum menampilkan berbagai bidang konsentrasi dan dapat memenuhi hampir seluruh kebutuhan calon mahasiswa.

Ada berbagai macam lembaga pendidikan tinggi yang mengkhususkan diri dalam ilmu hukum di seluruh dunia. Meskipun rinciannya berbeda-beda di setiap negara, kebanyakan jatuh ke dalam salah satu dari beberapa kategori, seperti:

  • Fakultas Hukum di universitas-universitas yang fokus pada penelitian dan perkuliahan dan menawarkan berbagai spesialisasi hukum;
  • Sekolah hukum yang fokus pada gelar sarjana hukum tertentu;
  • Sekolah bisnis yang berfokus pada gelar atau sertifikat yang terkait dengan bisnis dan Hukum.
  • • Lembaga yang mengkhususkan untuk fokus pada sertifikasi dan gelar untuk para profesional yang mencari spesialisasi di bidang hukum.

Banyak universitas di seluruh dunia menawarkan program Sarjana Hukum, Magister Hukum, MBA Hukum dan PhD hukum juga mata kuliah Hukum. Sangat umum bagi mahasiswa untuk mengambil spesialisasi di sebuah bidang dalam disiplin ilmu hukum seperti Hukum Bisnis, Hukum Internasional, Hukum Lingkungan Hidup, Hukum Keuangan, Hukum Pidana, Hukum Perpajakan, dsb.

Calon mahasiswa dapat juga mempertimbangkan untuk belajar di luar negeri, khususnya apabila mereka tertarik dalam bidang hukum yang tertentu. Semakin banyak mahasiswa yang belajar di luar negeri untuk semua level dari pendidikan tersier (tingkat perguruan tinggi atau universitas). Menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) Institute for Statistics (UIS), jumlah mahasiswa yang belajar di luar negeri mendekati 4 juta per tahun, hampir dua kali lipat dari 2 juta yang belajar di luar negeri di tahun 2000. Mahasiswa dari Asia Timur dan Pasifik membentuk 28 persen dari total ini, sedangkan siswa dari Amerika Utara dan Eropa mencapai sekitar 15 persen. Negara-negara yang mengirimkan sebagian besar mahasiswa ke luar negeri adalah Cina, India dan Republik Korea. Sekitar 6 persen mahasiswa dari Asia Tengah dan sekitar 5 persen dari siswa dari sub-Sahara Afrika belajar di luar negeri, membuat mahasiswa dari daerah-daerah tersebut menjadi yang paling banyak berpindah di dunia. Tujuan unggulan bagi para mahasiswa internasional adalah Amerika Serikat, Inggris Raya, Australia, Perancis, Jerman dan Jepang.

Banyak mahasiswa juga terdaftar dalam program online dan pembelajaran jarak jauh yang diajarkan di negara di luar negara tempat tinggal mereka. Para mahasiswa ini tidak termasuk dalam angka UIS, sehingga jumlah mahasiswa internasional sebetulnya sedikit lebih tinggi, kemungkinan lebih dari 4 juta orang.

Para mahasiswa mungkin ingin mempertimbangkan belajar hukum di luar negeri untuk berbagai alasan, termasuk:

  • Mampu memilih dari program hukum top dunia. Sebagai tambahan juga, beberapa spesialisasi hukum hanya tersedia di beberapa negara, atau program-program terbaik hanya tersedia di kawasan tertentu.
  • Belajar dalam budaya yang berbeda. Mahasiswa yang mengejar gelar Magister Hukum, MBA Hukum, PhD Hukum atau perkuliahan hukum yang terkait dengan kawasan tertentu harus mempertimbangkan program yang diajarkan di kawasan tersebut untuk meraih peleburan budaya yang penuh dan pemahaman yang lebih baik tentang bidang studi tersebut. Sebagai tambahan, mahasiswa yang merencanakan karirnya di hukum internasional akan mendapatkan pengalaman berharga dari tinggal di budaya yang berbeda.
  • Meningkatnya kemampuan bahasa apabila program diajarkan dalam bahasa yang berbeda dari bahasa ibu mahasiswanya. Selain itu, walaupun banyak program sarjana hukum, magister hukum, dan PhD internasional yang diajarkan dalam bahasa Inggris, para mahasiswa dapat memiliki kesempatan untuk meningkatkan ketrampilan bahasa mereka melalui studi tambahan atau dengan asimilasi dengan penduduk setempat.

Parah mahasiswa yang mempertimbangkan mengejar gelar sarjana hukum mungkin ingin mempertimbangkan faktor-faktor berikut ketika memutuskan apakah untuk belajar di sebuah universitas di luar negeri atau di negara asal mereka:

  • Biaya program, termasuk biaya hidup. Beberapa negara menawarkan biaya kuliah yang tidak mahal dan bahkan gratis, akan tetapi biaya hidup dapat mempengaruhi tabungan mereka. Namun, banyak negara dan universitas itu sendiri menawarkan beasiswa dan berbagai jenis bantuan keuangan, dan beberapa diantaranya ditujukan pada mahasiswa internasional. Negara-negara tersebut juga memiliki aturan berbeda mengenai seberapa banyak mahasiswa internasional boleh bekerja, dan beberapa negara tidak memperbolehkan mahasiswa internasional untuk bekerja sama sekali. Biaya asuransi kesehatan juga sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain.
  • Kualitas pendidikan yang diperoleh yang berhubungan dengan biaya dan faktor kasat mata dari belajar di luar negeri, seperti melebur dalam budaya asing dan ketrampilan bahasa. Meskipun semua magister hukum terakreditasi memenuhi standar yang tinggi, metode pengajaran sangatlah beragam di masing-masing sekolah, program dan budaya yang berbeda. Sebagai tambahan, beberapa mahasiswa mungkin menemukan bahwa mereka belajar lebih sedikit ketika belajar dalam bahasa asing.
  • Keterampilan bahasa yang diperlukan. Mahasiswa yang tidak mahir dalam bahasa pengantar untuk program studi tertentu mungkin harus menghabiskan satu tahun tambahan atau lebih untuk menjadi mahir. Terkadang para mahasiswa dapat meraih kemahiran tersebut melalui studi mereka di negara asal mereka, tetapi dalam kasu lain, merka mungkin harus menghabiskan waktu tambahan di luar negeri.
  • Jenis studi hukum yang ditawarkan, seperti paruh waktu vs penuh waktu, secara online dan pembelajaran jarak jauh. Beberapa negara mengharuskan mahasiswa internasional yang tinggal di negara tersebut dengan visa pelajar untuk studi secara penuh waktu. Akan tetapi, mahasiswa yang sudah tinggal di negara lain dengan izin bekerja dapat mengejar studi hukum secara paruh waktu.
Selain itu, program hukum online dan pembelajaran jarak jauh menawarkan keleluasaan yang besar.

Luangkan waktu sekarang untuk melihat-lihat fakultas hukum dan sekolah hukum dari seluruh penjuru dunia. Jika Anda sudah tahu apa yang Anda cari, Anda dapat mengklik langsung negara atau program tertentu tersebut. Atau luangkan waktu untuk mencari dan membaca tentang program hukum menarik yang tersedia di seluruh dunia.